Fatayat NU: Dai turut serta membangun nasionalisme

oleh -47 views

Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU)Anggia Ermarini (HO)

Jakarta (SLOTSHOPEE.COM) – Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini mengatakan para dai turut serta mengajarkan untuk membangun nasionalisme disamping mengajarkan tentang akidah keagamaan.

”Maka saya sering mengatakan, ketika kita mengadakan rutinan di seluruh daerah di Indonesia, para da’iyah-da’iyah (dai perempuan) ini tidak cuma berbicara tentang menyempurnakan sholat saja. Tetapi juga bagaimana menyempurnakan ibadah-ibadah ritual. Namun kita juga harus sering mensayangi negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis yg diterima SLOTSHOPEE.COM, Kamis.

Menurut dia, tentangan isu persatuan, kesatuan, Bhineka Tunggal Ika & radikalisme pada 5 atau 10 tahun yg lalu berbeda dengan hari ini.

Ketua PB NU sambut baik penunjukan Listyo Sigit sebagai calon Kapolri

Untuk itu, menurut dia, para dai juga perlu memperbarui & meningkatkan pengetahuan terkait hal itu sesuai dengan perkembangan terkini yg lebih dinamis.

”Artinya kita yg produk lama ini perlu di update & di upgrade lagi tentang kapasitas & keterampilan untuk menyikapi isu-isu yg terus berkembang ini,” ucap wanita yg juga menjabat sebagai Sekretaris PP Lembaga Kesehatan NU (LKNU) ini.

Menurutnya, negara perlu untuk mengintervensi, meningkatkan kapasitas atau peran-peran dari para komunitas-komunitas seperti yg dimiliki NU atau Muhammadiyah dalam menangani isu-isu tersebut.

”Karena mereka ini sudah punya potensi, sudah punya gerakan-gerakan yg sanggup dijadikan sebagai alat untuk merespon isu-isu atau perkembangan hari ini & tinggal dimanfaatkan saja sebetulnya,” katanya.

Ia menuturkan bahwa paham seperti terorisme & radikalisme pergerakannya sangat halus sekali. Maka dari itu menurutnya, intervensi yg dilakukan juga harus lebih halus lagi di masyarakat, khususnya kepada para ustad & kyai-kyai atau para sepuh-sepuh di masyarakat untuk sanggup merespon hal itu.

Selain itu menurut dia, masalah politik bukti diri juga perlu direspon, mengingat hal ini juga dinilainya membahayakan persatuan & kesatuan.

Menurutnya penting memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait hal itu. Apalagi saat ini banyak sekali orang-orang yg mengaku-ngaku sebagai ulama padahal dia bukan ulama dengan berkedok lewat pakaian.

”Ini juga yg perlu untuk diketahui & diwaspadai oleh masyarakat supaya tidak mudah sekali terhasut dalam politik bukti diri apalagi yg membawa isu agama,” ujar mantan Sekretaris Umum Fatayat NU ini mengakhiri.

Inggris ajak NU, Muhammadiyah ikut lawan perubahan iklim lewat agama
NU Jakarta libatkan remaja masjid salurkan ribuan masker di Jaktim

Tentang Penulis: Slot Online

Gambar Gravatar
Membawahi beberapa media infomasi online. Staff pada Grup operator label swasta terbesar yang menggunakan tulang punggung kami di ASIA. Rekam jejak yang terbukti selama lima tahun dan lebih dari 88 klien dengan basis klien terbesar dari jaringan multipemain.Bergabung bersama Thana.info dan rasakan apa itu game online masa depan. Kami memiliki semua alat yang diperlukan untuk mengungguli persaingan dan kami menyediakan kolaborasi ujung ke ujung untuk memastikan kemajuan bisnis yang berkelanjutan. Jangan lewatkan kesempatan ini dan bergabunglah dengan jaringan game online terbesar di Asia!